Sorongan: Rakyat Sudah Bosan Seremoni, Saatnya Pemprov Sulut Tunjukkan Hasil

Blog118 Dilihat

SULUT, PELOPORBERITA – Aktivis dan juga pengamat Jeffrey Sorongan, menilai pelaksanaan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara masih perlu evaluasi menyeluruh agar lebih berdampak bagi masyarakat.

Menurutnya, masyarakat kini tidak lagi mudah terkesan dengan peresmian proyek, pidato, atau pencitraan politik, yang ditunggu rakyat hanya satu, yaitu ‘hasil nyata’.

“Rakyat sudh bosan diberi tontonan seremoni, mereka membutuhkan solusi atas mahalnya harga kebutuhan pokok, susanya lapangan pekerjaan, pelayanan kesehatan yang cepat, pendidikan yang berkualitas, deng infrastruktur yang benar-benar bermanfaat,” tegas Sorongan.

Sorongan menilai pemerintah harus berani mengubah orientasi pembangunan, dari mengejar pencapaian administratif menjadi menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat. 

Sebab, menurut Sprongan, ukuran keberhasilan bukan banyaknya program yang diumumkan, melainkan seberapa besar kehidupan rakyat berubah menjadi lebih baik.

“Saya berharap anggaran ‘T’ tidk hanya melahirkan laporan yang indah di atas meja, sementara keluhan masyarakat tetap sama setiap tahun. 

Pembangunan harus terasa di rumah-rumah warga, bukan hanya terlihat di layar presentasi,” katanya.

Sorongan juga mengingatkan bahwa setiap rupiah yang berasal dari pajak dan uang rakyat wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka. 

Ia meminta seluruh program prioritas diawasi secara ketat agar tidak berhenti pada target administrasi atau menjadi proyek yang minim manfaat.

“Kritik bukang ancaman for pemerintah, kritik ini adalah kontrol sosial supya kebijakan tidak melenceng dari kebutuhan rakyat. 

Pemerintah yang kuat itu, pemerintah yang berani dievaluasi dan siap memperbaiki diri,” ujarnya.

Sorongan mengajak DPRD, aparat pengawas, akademisi, media, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal penggunaan anggaran daerah. 

Menurutnya, keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai apabila transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan publik benar-benar menjadi prioritas.

“Kepercayaan publik nyanda dibangun dengan baliho ato seremoni, kepercayaan lahir ketika rakyat melihat jalan yang diperbaiki, pekerjaan yang tersedia, harga pangan yang stabil, layanan kesehatan yang mudah, dan kesejahteraan yang benar-benar meningkat. 

Itulah ukuran keberhasilan pemerintahan yang sesungguhnya,” pungkas pemangat senior Jeffrey Sorongan. IOP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *