Tak Terbendung! CEP Tetap Jadi Poros, MEP Resmi Pimpin Golkar Sulut

Blog284 Dilihat

Sulut, PELOPORBERITA.ID — Peta kekuatan politik Partai Golkar Sulawesi Utara memasuki fase baru. 

Setelah menuntaskan masa pengabdiannya sebagai Ketua DPD I, Christiany Eugenia Paruntu (CEP) kini dipercaya mengemban peran strategis sebagai Pembina Partai Golkar Sulut.

Penunjukan tersebut bukan tanpa dasar, dalam forum Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar yang digelar di Hotel Grand Kawanua pada 12 April 2026, CEP secara langsung didorong dan ditunjuk oleh kekuatan struktural partai, mulai dari ketua-ketua DPD II di 15 kabupaten/kota hingga organisasi sayap seperti SOKSI, Kosgoro 1957, dan AMPG.

Momn ini sekaligus menandai estafet kepemimpinan kepada Michaela Elsiana Paruntu (MEP), yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulut periode 2026–2031.

Penunjukan CEP sebagai pembina mencerminkan upaya menjaga kesinambungan arah politik Golkar Sulut. 

Dalam tradisi politik partai, posisi pembina bukan sekedar simbolis, melainkan menjadi jangkar moral dan strategis dalam menjaga soliditas organisasi.

Dukungan bulat dari DPD II dan organisasi pendiri serta yang didirikan Golkar menunjukkan bahwa CEP masih menjadi figur sentral yang memiliki legitimasi kuat di internal partai. 

Hal ini penting, terutama dalam menghadapi dinamika politik regional yang semakin kompetitif pasca Pemilu dan Pilkada.

Di sisi lain, kepemimpinan MEP membuka ruang regenerasi sekaligus ujian konsolidasi. 

Terpilih secara aklamasi, MEP tidak hanya mewarisi struktur yang solid, tetapi juga ekspektasi tinggi untuk menjaga bahkan meningkatkan elektabilitas Golkar di Sulawesi Utara.

Sinergi antara MEP sebagai nakhoda baru dan CEP sebagai pembina diyakini menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas internal sekaligus memperkuat daya tawar politik Golkar Sulut.

Musda kali ini tidak sekedar forum pergantian kepemimpinan, melainkan juga titik konsolidasi kekuatan politik. 

Dengan konfigurasi baru ini, Golkar Sulut mengirim sinyal yang kuat, partai berlambang pohon beringin tersebut tengah mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik berikutnya dengan formasi yang lebih solid, terstruktur, dan berlapis.

Langkah ini mencerminkan pola klasik partai Golkar yang menggabungkan pengalaman dan regenerasi dalam satu tarikan nafas politik. 

CEP menjaga fondasi, sementara MEP menggerakkan mesin.

Jika konsolidasi ini mampu dijaga, bukan tidak mungkin Golkar Sulut akan kembali menjadi salah satu kekuatan dominan dalam peta politik di ‘Bumi Nyiur Melambai’ ini ke depan. IOP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *