Di Era AI dan Transformasi Digital, Ny. Anik Selvanus Tekankan Literasi Digital sebagai Fondasi Masa Depan Generasi Muda

Blog84 Dilihat

MANADO, PELOPORBERITA – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut lahirnya generasi muda yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kemampuan berpikir kritis.

Menjawab tantangan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, memberikan pembinaan dalam kegiatan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) di SMA Negeri 1 Manado, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi digital di lingkungan keluarga dan sekolah, sekaligus membangun kolaborasi antara orang tua, pendidik, dan peserta didik dalam menghadapi perubahan yang dibawa oleh transformasi digital.

Dalam arahannya, Ny. Anik menegaskan bahwa internet dan media sosial merupakan ruang yang menghadirkan peluang besar bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi diri.

Namun, di sisi lain, dunia digital juga menyimpan berbagai tantangan, mulai dari penyebaran informasi yang tidak benar, perundungan siber (cyberbullying), kecanduan gawai, hingga penyalahgunaan media sosial.

“Hari ini kita hidup di era digital, di mana dunia berada dalam genggaman tangan.

Teknologi internet dan media sosial telah membuka pintu ilmu pengetahuan yang tidak terbatas.

Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat tantangan besar yang harus kita hadapi bersama,” ujar Ny. Anik.

Menurutnya, keberhasilan generasi muda di masa depan tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kecakapan digital, kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta integritas dalam memanfaatkan teknologi.

Ia mengajak para siswa untuk menjadikan ruang digital sebagai tempat membangun reputasi positif melalui karya, inovasi, prestasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Carilah perhatian melalui prestasi, karya, dan hal-hal yang membanggakan. Kembangkan diri sebaik mungkin, karena masa depan ada di tangan kalian sendiri,” pesannya.

Program PAAREDI dinilai relevan dengan dinamika perkembangan teknologi saat ini.

Di tengah meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI), media sosial, dan berbagai platform digital, pola asuh keluarga tidak lagi cukup berfokus pada pengawasan, tetapi juga perlu membangun komunikasi yang terbuka, kepercayaan, serta kemampuan berpikir kritis agar anak mampu menyaring informasi secara bijaksana.

Selain meningkatkan kesadaran tentang keamanan digital dan etika bermedia sosial, kegiatan ini juga mendorong lahirnya budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning), sehingga peserta didik tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menjadi kreator inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. IOP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *