Musda Golkar Sulut, Jeffrey: Salah Pilih Ketua, Elektabilitas Bisa Terjun Bebas!

Blog70 Dilihat

Manado, PELOPORBERITA.ID — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) dalam waktu dekat dinilai sebagai momen krusial untuk menentukan arah dan masa depan partai di tingkat daerah. 

Agenda ini tidak hanya sebatas pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi titik konsolidasi dalam menghadapi dinamika politik yang semakin kompleks di era digital.

Pengamat politik, Jeffrey Sorongan, menegaskan bahwa figur yang akan terpilih dalam Musda Golkar Sulut harus mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam meningkatkan elektabilitas partai serta memperkuat soliditas internal.

“Siapa pun yang terpilih nanti, dia harus punya kapasitas untuk meningkatkan elektabilitas partai dan memperkuat soliditas kader. 

Ini penting karena tantangan politik ke depan semakin kompetitif,” ujar Sorongan.

Ia juga menambahkan bahwa kepemimpinan Golkar Sulut ke depan tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan konvensional, tetapi harus adaptif terhadap perubahan, termasuk dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana komunikasi politik.

“Golkar Sulut membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga mampu membaca perkembangan era digital.

Strategi komunikasi politik harus lebih modern, responsif, dan menyentuh generasi muda,” tambahnya.

Secara konseptual, Musda merupakan forum tertinggi partai di tingkat daerah yang memiliki sejumlah tujuan strategis. 

Selain memilih kepengurusan baru secara demokratis, Musda juga menjadi ruang evaluasi kinerja pengurus sebelumnya serta penyusunan program kerja yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Lebih dari itu, Musda berfungsi sebagai sarana konsolidasi internal guna memperkuat kohesi antar kader, sekaligus menetapkan strategi politik menghadapi agenda elektoral mendatang, baik pemilu maupun pemilihan kepala daerah.

Dalam konteks manfaat, pelaksanaan Musda mampu meningkatkan loyalitas kader karena adanya keterlibatan langsung dalam proses pengambilan keputusan. 

Selain itu, legitimasi kepemimpinan yang dihasilkan dari forum ini menjadi fondasi penting dalam menjalankan roda organisasi secara efektif dan terarah.

Di tengah perubahan lanskap politik yang semakin dipengaruhi oleh arus informasi digital, partai politik dituntut untuk lebih adaptif dan inovatif. 

Golkar Sulut, sebagai salah satu kekuatan politik di daerah, diharapkan mampu memanfaatkan momentum Musda untuk melakukan transformasi organisasi yang lebih modern dan inklusif. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *