Sinergi Digital: Perkuat Akurasi Data, Seksi Pengadaan Tanah Ikuti Pelatihan SIPENTA dan Sentuh Tanahku

Blog13 Dilihat

Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan, Anggreny Purukan, S.T., M.Ars., bersama jajaran staf teknis mengikuti pelatihan daring melalui platform Zoom Meeting terkait optimalisasi aplikasi Sistem Informasi Penilaian Tanah (SIPENTA) dan Sentuh Tanahku. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola instrumen digital guna mendukung transparansi dan akurasi data pertanahan. Partisipasi aktif ini menunjukkan komitmen instansi dalam beradaptasi dengan transformasi digital di sektor agraria.

Pelatihan ini secara khusus membahas implementasi aplikasi dalam kegiatan Pembuatan dan Pembaruan Peta Zona Nilai Tanah (ZNT). Anggreny Purukan menekankan bahwa pemanfaatan SIPENTA sangat krusial untuk memastikan proses penilaian tanah berjalan lebih sistematis dan akuntabel. Dengan integrasi data yang lebih baik, diharapkan setiap perubahan nilai bidang tanah di lapangan dapat terpetakan secara real-time dan presisi, yang nantinya menjadi acuan penting bagi kebijakan daerah maupun pusat.

Selain aspek penilaian, integrasi dengan aplikasi Sentuh Tanahku juga menjadi poin utama dalam diskusi tersebut. Melalui fitur-fitur canggih dalam aplikasi ini, petugas dapat memverifikasi data spasial dengan lebih mudah, sementara masyarakat mendapatkan akses informasi yang lebih terbuka mengenai status dan nilai tanah mereka. Sinergi antara kedua aplikasi ini dirancang untuk meminimalisir sengketa serta mempercepat birokrasi dalam layanan pengadaan tanah bagi kepentingan umum.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi simulasi penginputan data terbaru pada peta ZNT. Anggreny berharap, melalui pelatihan ini, jajaran Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan dapat segera mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mewujudkan tata kelola pertanahan yang modern, efektif, dan sepenuhnya terdigitalisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *