Manado – Suasana khidmat menyelimuti Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, saat digelar syukuran sederhana memperingati satu tahun kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Sivanus. Acara yang dihadiri oleh jajaran pejabat daerah serta tokoh masyarakat tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan.
Di sela-sela jalannya acara, muncul berbagai pernyataan dari kalangan aktivis, tak luput juga tanggapan oleh aktivis Deddy Loing. Ia memberikan catatan kritis namun konstruktif, sebagai bagian dari tanggung jawab moral masyarakat sipil dalam mengawal jalannya pemerintahan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Deddy menekankan bahwa syukuran satu tahun bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi untuk mengevaluasi arah pembangunan di Sulawesi Utara.
“Syukuran satu tahun ini adalah momentum refleksi. Saya hanya berpesan, kiranya kepemimpinan Pak Yulius Sivanus benar-benar mampu membawa Sulawesi Utara semakin maju dari segala aspek. Bukan hanya fisik pembangunan, tetapi juga tata kelola dan kesejahteraan rakyat,” ujar Deddy.
Lebih jauh, pria yang dikenal vokal dalam isu-isu pemerintahan ini menyampaikan pesan mendalam terkait pentingnya integritas dalam pemerintahan. Ia mengaku optimistis Gubernur Yulius memiliki kapasitas dalam memilih orang-orang tepat di lingkaran kekuasaannya.
“Saya secara pribadi percaya, Pak Yulius Silvanus mampu melihat dan memilih siapa saja yang benar-benar berkomitmen membangun Sulut. Namun, saya ingin mengingatkan: pastikan mereka yang dilibatkan—baik pejabat struktural maupun elemen masyarakat pendukung—adalah figur-figur yang bekerja dengan hati nurani dan bersih dari persoalan hukum. Jangan sampai pembangunan yang dicanangkan justru tercoret oleh kepentingan sesaat atau kelompok yang tidak berintegritas,” tegasnya.
Deddy menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat harus dibalas dengan kepemimpinan yang transparan dan akuntabel. Ia berharap agar ke depan, Gubernur Yulius dapat menempatkan komitmen terhadap hukum dan kepentingan publik sebagai panglima tertinggi dalam setiap kebijakan.
“Kami yakin, ini adalah kunci agar pembangunan yang dicanangkan tidak hanya megah di atas kertas, tetapi juga membawa berkah bagi seluruh rakyat Sulawesi Utara. Rakyat ingin melihat hasil kerja nyata yang bersih, bukan janji yang dihiasi pencitraan belaka,” tutupnya.
Syukuran pun berlangsung hingga larut malam dalam suasana yang tetap hangat dan sarat makna. Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik dukungan publik, terdapat harapan besar yang disertai dengan tanggung jawab pengawasan. Dukungan dan kritik konstruktif dari masyarakat adalah elemen penting yang menjaga pemimpin tetap berada di rel yang benar, menuju Sulawesi Utara yang lebih bermartabat. ***











