BASAAN._ Peloporberita.id. Minggu minggu sengsara menjelang penyaliban Yesus Kristus selalu di peringati oleh umat Khatolik dan kristiani di seluruh dunia, seperti yang di peringati oleh Jemaat GMIM Eklesia Basaan khususnya kolom 16.
Peringatan mengenang penderitaan Yesus Kristus sebelum di salibkan (Minggu minggu sengsara) yang di laksanakanoleh kolom 16 Jemaat GMIM Eklesia Basaan di dominasi oleh lampu lampu kedip warna Ungu yang melambangkan penderitaan sesuai dengan yang di tuliskan dalam kitab Injil Matius 27 , Markus 15:17 dan Yohanes 19:2.
Menurut Penasihat kolom 16 yang juga merangkap Kepala Jaga (Pala) IV Alfian Tilaar, bahwa kolom 16 memilih dominasi warna ungu tersebut adalah sudah sesuai dengan fakta dan data Alkitab karena Alkitab khususnya Perjanjian Baru menuliskan hal tersebut. Adapun warna biru di kiri kanan salib ungu melambangkan penjahat yang turut di salibkan bersama Yesus.
Boy Piri salah satu anggota jemaat kolom 16 dan mantan Hukum Tua desa Basaan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin gereja yang di laksanakan setiap tahun menjelang masa sengsara hingga paskah. Dan acara ini di lombakan di setiap pelaksanaannya.
Penatua kolom 16 Jemaat GMIM Eklesia Basaan Miske Pakan mengaku sangat gembira oleh karena pemilihan warna lampu dalam memperingati Minggu minggu sengsara ini meskipun sederhana tapi Alkitabiah. Pendapat tersebut di aminkan oleh anggota Jemaat GMIM Eklesia Basaan kolom 16, ibu Sin Piri Onsu karena menurut beliau bahwa yang namanya Minggu sengsara tidaklah pantas menggunakan lampu gemerlap dengan sinar mencolok.








