Pesta Rakyat atau Panggung Politik? Jeffrey: Jangan Jadikan Rakyat Alat Pencitraan

Blog187 Dilihat

SULUT, PELOPORBERITA – Rencana Pesta Rakyat 3 Sulawesi Utara yang digagas Anggota DPR RI Hillary Brigita Lasut pada 7 November 2026 di kawasan Pohon Kasih, Megamas Manado, tuai kritikan dari aktivis Jeffrey Sorongan.

Di balik kemeriahan panggung hiburan dan jargon ekonomi lokal, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana kegiatan tersebut benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

Aktivis Jeffrey Sorongan menilai, kegiatan berskala besar seperti ini tidak cukup hanya dikemas dengan konser, UMKM Expo, dan berbagai layanan publik. Menurutnya, transparansi tujuan, sumber pembiayaan, serta manfaat nyata bagi masyarakat perlu menjadi perhatian.

Ia juga mempertanyakan apakah kegiatan tersebut murni merupakan agenda pemberdayaan masyarakat atau turut membawa kepentingan politik dan pencitraan figur tertentu.

“Pesta Rakyat yang mo digelar tanggal 7 November ini musti lia dulu bagaimana kondisi masyarakat Sulawesi Utara sekarang.

Jgan sampai torng talalu sibuk bangun kemeriahan panggung, sementara di luar sana masih banyak masyarakat yang bergumul deng harga kebutuhan pokok yang makin mahal dan biaya hidup yang makin berat,” tegas Sorongan.

Ia menilai, narasi bahwa sebuah acara besar dapat menggerakkan ekonomi daerah memang memiliki dasar.

Namun, pertanyaan mendasarnya adalah siapa yang benar-benar menikmati manfaat ekonomi tersebut dan seberapa besar dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat kecil.

“Memang bagus kalau ada UMKM, pedagang, tukang ojek, parkir, sampe perhotelan yang boleh dapa manfaat.

Tapi pertanyaannya, siapa yang benar-benar menikmati keuntungan dari kegiatan ini? Jangan sampai istilah ekonomi lokal cuma jadi pemanis promosi.

Torang musti berani ukur, berapa banyak UMKM yang benar-benar untung, berapa tenaga kerja lokal yang dilibatkan, dan apakah dampak ekonominya berkelanjutan setelah acara selesai.

Rakyat bukang cuma perlu tontonan, tetapi perlu kebijakan yang boleh memperbaiki kehidupan dorang,” ujarnya.

Sorongan juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semestinya diukur dari seberapa meriah sebuah acara, seberapa besar nama artis yang dihadirkan, atau seberapa ramai masyarakat memadati lokasi kegiatan.

Baginya, ukuran keberhasilan pemerintah dan para pemangku kepentingan justru terletak pada kemampuan menghadirkan kebijakan yang menjawab persoalan mendasar masyarakat, mulai dari stabilitas harga pangan, daya beli, lapangan pekerjaan, hingga keberlangsungan usaha kecil.

“Kalau rakyat masih musti berpikir keras cuma untuk membeli beras, minyak goreng, rica, deng kebutuhan dapur lainnya, maka pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan jangan cuma berlomba menghadirkan panggung hiburan.

Energi, perhatian, deng keberpihakan terhadap persoalan ekonomi rakyat musti jadi prioritas. Jangan sampai panggung boleh megah, tapi dapur rakyat masih susah,” tandasnya.

Lebih jauh, Sorongan mempertanyakan apakah kegiatan tersebut benar-benar dirancang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat atau sebatas agenda seremonial yang dikemas dengan narasi kebanggaan daerah.

Ia menegaskan bahwa rakyat tidak boleh hanya ditempatkan sebagai penonton, penerima manfaat yang diklaim dalam materi promosi, atau objek legitimasi keberhasilan sebuah kegiatan.

“Kalau memang ini Pesta Rakyat, berarti rakyat musti jadi subjek utama. Jangan cuma ramai waktu acara berlangsung, tapi selesai panggung dibongkar, persoalan ekonomi masyarakat kembali berjalan tanpa solusi.

Jangan sampai kemeriahan satu malam cuma menutupi persoalan rakyat yang berlangsung setiap hari.

Torang pe rakyat bukan cuma perlu hiburan, torang pe rakyat perlu perhatian dan kebijakan yang nyata,” tutup Sorongan.

Pesta Rakyat 3 Sulawesi Utara dijadwalkan berlangsung mulai pukul 15.00 WITA dengan tiket masuk gratis.

Sejumlah penampil musik, kegiatan UMKM Expo, pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi hukum, edukasi keuangan, hingga berbagai hiburan lainnya turut diagendakan. IOP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *