INAKOR SULUT APRESIASI PERJUANGAN PEMKAB MINUT HADIRKAN PROYEK KAMPUNG NELAYAN Rp25 MILIAR

Blog19 Dilihat

MINUT, PELOPORBERITA — Lembaga Swadaya Masyarakat Independen Nasionalis Anti Korupsi (INAKOR) Sulawesi Utara memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dalam memperjuangkan hadirnya program pembangunan Kampung Nelayan dengan nilai sekitar Rp25 miliar.

Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk penghargaan terhadap upaya pemerintah daerah dalam membuka ruang pembangunan yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan.

Berdasarkan pemberitaan yang beredar, pembangunan Kampung Nelayan tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kema, Likupang Timur dan Likupang Barat, dengan lokasi kegiatan di sejumlah desa. Fasilitas yang diproyeksikan antara lain tambatan perahu, gudang beku, pabrik es dan area docking perahu. Pembangunan fisiknya disebut telah mulai bergulir sejak September 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Ketua INAKOR Sulawesi Utara, Rolly Wenas, mengatakan, pihaknya melihat program tersebut sebagai salah satu bentuk konkret bagaimana perjuangan pemerintah daerah untuk menghadirkan program dari pemerintah pusat dapat diterjemahkan menjadi manfaat pembangunan di daerah.

“INAKOR tentu memberikan apresiasi. Ketika ada program dengan nilai yang cukup besar dan sasarannya masyarakat pesisir, tentu ini patut kita dukung. Apalagi pembangunan tersebut diarahkan bukan hanya pada infrastruktur, tetapi juga penguatan aktivitas ekonomi nelayan,” ujar Rolly.

Menurutnya, pembangunan seperti tambatan perahu, fasilitas penyimpanan hasil tangkapan, pabrik es hingga area docking memiliki arti penting bagi masyarakat nelayan apabila nantinya benar-benar dikelola secara baik dan berkelanjutan.

INAKOR juga mengapresiasi gagasan untuk menghubungkan sektor perikanan dengan pariwisata, UMKM dan koperasi sehingga kawasan pesisir tidak hanya menjadi tempat aktivitas nelayan, tetapi dapat berkembang menjadi ekosistem ekonomi masyarakat.

“Kalau konsep ini berjalan sebagaimana yang direncanakan, manfaatnya tentu bisa lebih luas. Nelayan mendapatkan fasilitas, hasil tangkapan dapat ditangani lebih baik, UMKM bisa tumbuh, dan potensi wisata pesisir juga ikut bergerak. Ini yang kita harapkan,” katanya.

Rolly menilai, keberhasilan sebuah program pemerintah tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan fisik, tetapi terutama dari sejauh mana fasilitas tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, INAKOR berharap seluruh proses pembangunan dapat dilaksanakan dengan memperhatikan kualitas pekerjaan, ketepatan sasaran, transparansi serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Apresiasi tetap apresiasi, tetapi fungsi kontrol sosial juga tetap berjalan. Justru kita ingin proyek yang baik seperti ini dikawal bersama agar kualitasnya baik, selesai tepat waktu dan setelah selesai benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Jangan sampai infrastrukturnya selesai, tetapi pengelolaannya kemudian tidak maksimal,” tegasnya.

INAKOR juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan Bupati Joune Ganda atas perhatian terhadap pembangunan kawasan pesisir.

Menurut Rolly, ketika pemerintah daerah mampu membawa program dan sumber daya pembangunan ke daerah, masyarakat sepatutnya memberikan apresiasi, terlebih apabila manfaatnya diarahkan kepada kelompok masyarakat yang memang membutuhkan dukungan infrastruktur dan penguatan ekonomi.

“Bagi INAKOR, pemerintah yang bekerja untuk kepentingan masyarakat tentu patut kita apresiasi. Kritik kita sampaikan ketika ada persoalan, tetapi ketika ada program yang memberikan manfaat kepada masyarakat, kita juga harus objektif memberikan apresiasi. Ini bagian dari kontrol sosial yang sehat,” ujar Rolly.

Ia berharap proyek Kampung Nelayan tersebut dapat selesai sesuai target dan ke depan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir Minahasa Utara.

“Semoga proyek ini selesai tepat waktu, kualitasnya baik, pengelolaannya profesional dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para nelayan. Kalau itu tercapai, tentu bukan hanya Pemkab Minut yang tersenyum, tetapi yang paling penting masyarakat nelayan juga ikut tersenyum,” pungkasnya.

INAKOR SULAWESI UTARA
Kontrol Sosial, Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi
Salam Anti Korupsi. ***/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *