SULUT, PELOPORBERITA — Ketika kritik dan isu miring terus diarahkan kepada Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, sang gubernur justru memilih tidak larut dalam kegaduhan.
Ia lebih memilih bekerja. Dalam senyap, sejumlah langkah strategis mulai dimainkan. Salah satunya membuka pintu investasi bagi Sulawesi Utara.
Gubernur Yulius Selvanus diketahui melakukan audiensi bersama sejumlah calon investor di Wisma Negara, Bumi Beringin, Manado.
Pertemuan itu menjadi sinyal bahwa agenda ekonomi dan investasi tetap menjadi bagian penting dari arah pemerintahannya.
Dalam foto yang diunggah melalui Facebook, Gubernur terlihat percaya diri berdialog dan meyakinkan para investor mengenai peluang investasi di Bumi Nyiur Melambai. Nilainya? Sekitar Rp1,2 triliun.
Jika benar-benar terealisasi, investasi sebesar itu berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi Sulut, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan daerah.
Namun, angka Rp1,2 triliun itu tentu belum bisa disebut sebagai investasi yang sudah masuk.
Tahapan berikutnya adalah bagaimana komitmen dan pembicaraan tersebut dikawal hingga benar-benar menjadi investasi konkret.
Dan disinilah ujian sebenarnya. Sebab, menghadirkan investor bukan sekedar soal foto bersama atau pertemuan di ruang resmi.
Tantangannya adalah mengubah meja audiensi menjadi proyek nyata, investasi menjadi lapangan kerja, dan angka di atas kertas menjadi kesejahteraan masyarakat.
Menariknya, di tengah serangan kritik dan isu miring, Gubernur justru memilih memberikan jawaban melalui manuver ekonomi.
Tidak sibuk membalas suara bising, tidak larut dalam polemik, tetapi membuka pintu bagi modal dan peluang baru.
Sulut membutuhkan lebih dari sekedar perdebatan politik. Sulut membutuhkan investasi, industri, lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Dan jika langkah Rp1,2 triliun ini berhasil dikawal hingga terealisasi, masyarakat tentu akan menunggu satu hal.
Apakah inilah awal dari cahaya baru menuju “Sulut Maju”? Waktu yang akan membuktikannya. IOP






