Dukung Kemandirian Petani Bunga Krisan, PLN UID Suluttenggo Resmikan Program Electrifying Agriculture di Tomohon

Blog13 Dilihat

Tomohon, PELOPORBERITA – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan kemandirian sektor pertanian. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, PLN meresmikan bantuan Electrifying Agriculture berupa fasilitas Screen House modern beserta sarana pendukung bagi Kelompok Tani Sukamaju di Kelurahan Kakaskasen II, Kota Tomohon.

Peresmian ini menjadi wujud nyata dukungan PLN dalam menggerakkan sektor agrikultur berbasis teknologi modern (smart farming), sekaligus menyokong ketersediaan pasokan bunga krisan berkualitas tinggi guna menyukseskan perhelatan akbar internasional Tomohon International Flower Festival (TIFF) Tahun 2026.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, dalam sambutannya menjelaskan bahwa inovasi Electrifying Agriculture memanfaatkan teknologi kelistrikan untuk mengoptimalkan proses budidaya florikultura di daerah berhawa sejuk tersebut.

“Melalui program Electrifying Agriculture, PLN hadir memberikan solusi berbasis energi listrik. Kehadiran cahaya lampu di dalam screen house menggantikan peran sinar matahari di malam hari, sehingga proses fotosintesis krisan tetap berjalan optimal. Hasilnya, masa vegetatif dapat diatur dengan presisi, tinggi tangkai bunga menjadi ideal, dan produktivitas panen petani meningkat secara signifikan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” ungkap Usman.

Bantuan intervensi program yang diserahkan oleh PLN UID Suluttenggo mencakup 1 Unit Screen House Full Set, bibit tanaman Krisan unggulan, perlengkapan sistem pengairan, serta sarana penerangan berbasis listrik. Untuk efisiensi maksimal, sistem ini dilengkapi dengan automatic timer pada pencahayaan lampu guna menerapkan konsep Smart Farming.

Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menambahkan bahwa pendampingan dan modernisasi ini dirancang agar memberikan nilai tambah yang berkesinambungan bagi para petani lokal.

“Kami di tingkat Unit Pelaksana senantiasa memastikan bahwa program bantuan ini dikawal dengan baik dari sisi keandalan pasokan listrik maupun pemanfaatannya. Penerapan konsep smart farming dengan pengaturan pencahayaan otomatis ini tidak hanya efisien, tetapi juga mendongkrak daya saing hasil tani Kota Tomohon agar memenuhi standar pasar yang lebih luas,” tutur Revi.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh jajaran Pemerintah Kota Tomohon. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon, Edvin Michael Joseph, SSTP, M.Si, menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi yang terjalin erat antara pemerintah daerah dan PLN dalam memajukan sektor pertanian florikultura.

“Kami sangat mengapresiasi bantuan ini dan mengajak PLN untuk terus aktif berpartisipasi serta bersinergi dalam mensukseskan kegiatan Tomohon International Flower’s Festival (TIFF) 2026. Bantuan fasilitas screen house dan bibit krisan dari PLN Peduli ini sangat strategis dalam menjamin ketersediaan pasokan bunga krisan berkualitas tinggi secara mandiri dan berkelanjutan demi keberhasilan ajang internasional tersebut,” ungkap Edvin.

Kebahagiaan dan rasa syukur yang mendalam juga dirasakan langsung oleh para petani penerima manfaat. Ketua Kelompok Tani Sukamaju, Johnny Karundeng, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian dan bantuan nyata dari PLN.

“Puji Tuhan, kami sangat bersyukur dan berterima kasih banyak kepada PLN Peduli. Awalnya kelompok tani kami hanya memiliki 1 unit screen house. Sekarang, dengan bantuan PLN Peduli, bertambah 1 screen house lagi dengan fasilitas modern lengkap. Kami sangat berharap bantuan ini dapat meningkatkan produksi bunga krisan kami secara signifikan, sehingga membawa dampak positif yang besar terhadap perekonomian dan kesejahteraan seluruh anggota kelompok tani,” ungkap Johnny dengan penuh haru.

Langkah ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya SDG Nomor 8 yaitu ‘Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi’, sekaligus menciptakan Creating Shared Value (CSV) yang memberikan nilai tambah positif bagi masyarakat maupun korporasi.

Melalui sinergi antara PLN, Pemerintah Kota Tomohon, dan masyarakat petani, program ini diharapkan dapat terus merawat tradisi Tomohon sebagai ‘Kota Bunga’ yang mandiri, sejahtera, dan makin bercahaya. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *