Manado, PELOPORBERITA – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Sulawesi Utara dengan Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut berlangsung panas setelah berbagai persoalan dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) mencuat ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Louis Carl Schramm, secara terbuka mengkritik pola komunikasi dan koordinasi jajaran Dikda yang dinilai belum optimal dalam mengantisipasi kompleksitas persoalan di lapangan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan SPMB membutuhkan kolaborasi erat antara dinas dan seluruh kepala sekolah, bukan sekadar hubungan struktural atasan dan bawahan.
“SPMB baru berjalan, tetapi keluhan masyarakat sudah begitu banyak. Ini menandakan perlunya evaluasi serius terhadap tata kelola dan komunikasi pelaksanaannya,” tegas Schramm.
Komisi IV DPRD Sulut menekankan bahwa seluruh jalur penerimaan—domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi—harus berjalan transparan, objektif, dan akuntabel. Pengawasan akan diperketat untuk memastikan tidak ada ruang bagi manipulasi data maupun praktik pungutan liar.
Bagi DPRD, SPMB bukan sekadar proses administrasi tahunan, melainkan ujian integritas pemerintah dalam menjamin hak setiap anak memperoleh akses pendidikan yang adil dan setara. Red











