Minahasa, PELOPORBERITA — Komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ke kawasan timur Indonesia terlihat jelas.
Atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Jumat (29/5/2026), untuk meninjau dua program pendidikan strategis nasional.
Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 44 Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, dan SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan.
Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan tetap menjadi agenda prioritas pemerintah pusat, sekaligus memastikan program-program unggulan berjalan sesuai arah kebijakan nasional.
Rombongan Mensesneg tiba sekitar pukul 09.15 WITA dan disambut jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tenaga pendidik, serta para siswa.
Dalam agenda tersebut, Prasetyo Hadi didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Esy Suharto, Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Selain meninjau ruang kelas dan fasilitas pembelajaran, Mensesneg juga melihat langsung kondisi asrama siswa guna memastikan lingkungan pendidikan yang mendukung proses belajar secara optimal.
Di SRMA 44 Remboken, Prasetyo Hadi menilai fasilitas pendidikan yang tersedia telah cukup representatif.
Kehadiran perangkat pembelajaran modern, papan tulis interaktif, hingga fasilitas hunian yang layak dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik.
“Sekolah Rakyat adalah gagasan besar Presiden Prabowo, khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, bertujuan memutus mata rantai kemiskinan lewat pendidikan berkualitas.
Di sini kita pastikan fasilitas layak, proses belajar berjalan baik, dan siswa bisa fokus menuntut ilmu tanpa hambatan,” ujar Mas Pras saat berdialog.
SRMA 44 Remboken yang beroperasi di bawah Kemendikbudristek dengan NPSN 70055458 merupakan bagian dari 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan bermutu bagi siswa berprestasi dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen melengkapi berbagai kebutuhan yang masih diperlukan agar sekolah tersebut dapat berkembang menjadi model pendidikan berasrama yang efektif dan berdaya saing di Sulawesi Utara.
Usai dari Remboken, rombongan melanjutkan kunjungan ke SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan, salah satu proyek strategis Kementerian Pertahanan yang disiapkan untuk mencetak generasi muda berkarakter kepemimpinan, berwawasan kebangsaan, dan memiliki disiplin tinggi.
Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Langowan, Brigjen TNI Rhino Charles Tuwo, memaparkan perkembangan pembangunan kampus serta kondisi peserta didik kepada Menteri.
Kampus Langowan tercatat sebagai kampus keempat SMA Taruna Nusantara setelah Magelang, Malang, dan Cimahi, sekaligus menjadi kampus pertama yang hadir di kawasan Indonesia Timur.
“Taruna Nusantara adalah sekolah elit milik bangsa, tidak hanya untuk satu golongan, tapi terbuka bagi anak-anak terbaik seluruh nusantara.
Pembukaan kampus di Langowan menunjukkan pemerintah tidak membedakan wilayah, kualitas pendidikan unggulan harus bisa dirasakan juga di Sulawesi Utara dan kawasan timur,” tegas Prasetyo Hadi.
Sebagai alumni SMA Taruna Nusantara, kehadiran Mensesneg memberikan motivasi tersendiri bagi para siswa.
Ia berharap lulusan Kampus Langowan kelak tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, tangguh, serta mampu membawa kemajuan bagi daerah dan bangsa.
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekedar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya pemerintah melakukan pengawasan langsung pelaksanaan program pendidikan nasional.
Terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian pemerintah:
1.Program Sekolah Rakyat berjalan sesuai tujuan, tepat sasaran, dan fasilitasnya terjaga dengan baik.
2.Pembangunan SMA Taruna Nusantara Langowan dipercepat dan dilengkapi fasilitas pendukung yang memadai.
3.Pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar kedua lembaga pendidikan tersebut menjadi pusat kebanggaan Sulawesi Utara dan Indonesia Timur.
“Pendidikan adalah prioritas utama, di mana pun anak Indonesia berada, berhak mendapatkan kesempatan sama untuk maju.
Kehadiran kami hari ini pesannya jelas, pemerintah hadir, memantau, dan mendukung penuh kemajuan pendidikan di Sulawesi Utara,” tutupnya.
Kunjungan ini mempertegas arah pembangunan nasional di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran yang menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama untuk mempersempit kesenjangan, memperkuat kualitas sumber daya manusia, dan membuka peluang kemajuan yang lebih merata bagi seluruh anak bangsa. Red






