Serahkan Bantuan Hewan Kurban untuk Wartawan Muslim, Hut Kamrin: Terima Kasih AA-RS

Blog30 Dilihat

MANADO — Semangat kebersamaan dan nilai kemanusiaan dalam momentum Idul Adha 1447 Hijriah terasa hangat di Kantor PWI Sulut, Kamis (27/5/2026). Untuk pertama kalinya di periode kepengurusan 2026–2031, pengurus PWI Sulut bersama Pokja PWI Manado menggelar penyerahan bantuan daging kurban bagi wartawan Muslim.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dari Andre Angouw dan Richard Sualang melalui BKSAUA kepada para jurnalis Muslim yang selama ini menjadi mitra kerja pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Penyerahan dilakukan oleh Ketua Pokja PWI kota Manado Arsenius Hut Kamrin, disaksikan jajaran pengurus PWI Sulut. Ketua PWI Sulut Chyntia Bojo yan diwakili Sekretaris Ardison Kalumata dan Wakil Ketua OKK Yongky Sumual.

Hadir pula wartawan senior Jemmy Narande selaku Ketua Forum Senior PWI Sulut.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Arsenius Hut Kamrin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Manado atas perhatian yang diberikan kepada wartawan Muslim di momentum Hari Raya Kurban.

Menurutnya, kepedulian tersebut bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga simbol hadirnya nilai persaudaraan antara pemerintah dan insan pers.

“Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi bagaimana manusia belajar menyembelih ego, keserakahan, dan rasa acuh terhadap sesama. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Manado, BKSAUA, khususnya Wali Kota Andre Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang atas kepedulian kepada teman-teman wartawan Muslim,” ujar Kamrin, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Wakil Ketua OKK PWI Sulut Yongky Sumual mengatakan momentum Idul Adha menjadi pengingat bahwa hubungan pemerintah dan pers tidak hanya dibangun dalam ruang formal kerja sama, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan dan kepedulian sosial.

Ia menilai perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Manado menjadi cerminan harmonisasi yang baik antara pemerintah dan insan pers sebagai mitra pembangunan daerah.

“Lebaran kurban adalah ibadah sosial kemasyarakatan. Ada nilai keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan yang harus terus dijaga di tengah masyarakat. Momentum ini menjadi tanda relasi yang baik antara pemerintah dan PWI dalam bersama-sama membangun daerah,” kata Yongky.

Kegiatan sederhana namun penuh makna ini sekaligus menjadi gebrakan awal kepengurusan baru PWI Sulut dan Pokja PWI Manado periode 2026–2031, dengan menanamkan semangat solidaritas, toleransi, dan nilai kemanusiaan di tengah keberagaman Kota Manado.

NINA.R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *