WFH 50% Diterapkan, Gubernur Sulut “Warning” ASN: Jangan Tunggu Disuruh, Bersihkan Kantor!

Blog179 Dilihat

Sulut, PELOPORBERITA.ID — Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus SE., memberikan pesan tegas sekaligus strategis kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam apel pagi Pemprov Sulut, Senin (30/3/2026).

Di tengah penerapan kebijakan Work From Home (WFH) sebesar 50 persen, Gubernur justru menekankan bahwa fleksibilitas kerja tidak boleh menurunkan disiplin, apalagi kepedulian terhadap lingkungan kerja.

“Kita akan melaksanakan Work From Home pada hari Rabu dan Kamis. 

Selasa dan Jumat tetap masuk, tapi jangan tunggu disuruh, langsung kerja, langsung bersihkan kantor masing-masing,” tegasnya.

Dalam arahannya, Gubernur mengubah pendekatan klasik birokrasi yang cenderung menunggu instruksi, menjadi budaya kerja mandiri dan proaktif.

Ia secara eksplisit meminta seluruh ASN mengambil tanggung jawab penuh atas kebersihan ruang kerja hingga lingkungan kantor, mulai dari bagian depan, belakang, hingga sisi samping.

“Selasa pagi, semua bersihkan sektornya masing-masing. 

Ini perintah Presiden, jadi tidak ada alasan untuk tidak dilaksanakan,” ujarnya.

Langkah ini bukan sekedar rutinitas kebersihan, melainkan bagian dari reformasi mental ASN agar lebih responsif, disiplin, dan memiliki rasa kepemilikan terhadap lingkungan kerja.

Tak berhenti pada instruksi, Gubernur juga memastikan adanya pengawasan ketat. 

Ia meminta Sekretaris Provinsi untuk mengoordinasikan inspeksi lapangan setiap hari Jumat.

“Hari Jumat kita akan cek langsung. Saya minta Sekprov koordinir, kita turun bersama,” katanya.

Pesan ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan tidak akan berhenti di atas kertas, melainkan akan diuji langsung di lapangan.

Dalam sambutannya, Gubernur juga mengungkap capaian membanggakan, sektor pariwisata Sulawesi Utara melonjak hingga 56 persen dan kini berada di posisi dua besar nasional.

Menurutnya, lonjakan ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari kerja kolektif, termasuk hal sederhana yang sering diabaikan, yakni kebersihan.

“Pariwisata kita naik 56 persen, nomor dua di Indonesia. 

Ini harus kita jaga. Ini karena kita semua, karena ASN bersih-bersih. Kebersihan itu bagian dari iman,” ungkapnya.

Kebijakan WFH 50 persen yang diterapkan Pemprov Sulut menjadi menarik karena tidak sekedar bicara efisiensi kerja, tetapi juga diimbangi dengan penegasan tanggung jawab moral dan kolektif ASN.

Di satu sisi, ASN diberikan fleksibilitas bekerja. Di sisi lain, mereka dituntut lebih disiplin, lebih peduli, dan lebih berkontribusi nyata.

Pesan Gubernur jelas. WFH bukan alasan untuk kendor, justru momentum untuk membuktikan integritas dan etos kerja.

Kombinasi kebijakan adaptif dan penegasan disiplin, Pemprov Sulut tampak sedang membangun model birokrasi yang tidak hanya bekerja, tetapi juga berkarakter, ini merupakan fondasi penting untuk menjaga momentum pertumbuhan daerah, terutama di sektor pariwisata yang kini tengah melesat. IOP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *