Oleh Ican Octo Panambunan, S.IP, Alumni GMNI Manado dari Komisariat Swaradika Fispol Unsrat, Punggawa Ika GMNI Sulut
Sulut, PELOPORBERITA.ID — Dinamika politik di Provinsi Sulawesi Utara mulai menunjukkan arah baru menjelang kontestasi politik jangka menengah.
Salah satu kekuatan politik yang diprediksi akan memainkan peran penting pada Pilkada 2029 adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulut yang saat ini dipimpin oleh Tatong Bara, mantan Wali Kota Kotamobagu dua periode.
Di tengah dominasi partai-partai besar yang selama ini menjadi pemain utama di politik daerah, PSI mencoba menempatkan diri sebagai representasi politik generasi baru.
Dengan identitas partai yang banyak diisi oleh kader generasi milenial dan Gen Z, PSI berupaya membangun basis elektoral yang berbeda dari pola politik konvensional.
Secara demografis, komposisi pemilih muda di Sulawesi Utara terus meningkat.
Kelompok pemilih milenial dan Gen Z diperkirakan akan menjadi salah satu penentu utama arah suara pada Pilkada mendatang.
Dalam konteks politik elektoral modern, partai yang mampu menguasai ruang komunikasi digital, membangun engagement publik, serta menghadirkan narasi politik yang relevan dengan generasi muda, memiliki peluang besar untuk meningkatkan elektabilitas.
Kondisi tersebut menjadi peluang strategis bagi PSI.
Kehadiran figur seperti Tatong Bara yang memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan daerah sekaligus memimpin partai yang identik dengan generasi muda, menciptakan kombinasi menarik antara pengalaman politik dan semangat regenerasi.
Di tingkat legislatif daerah, sejumlah kader PSI yang duduk di DPRD kabupaten dan kota maupun provinsi mulai menunjukkan aktivitas politik yang berorientasi pada kerja nyata.
Meskipun secara jumlah kursi belum dominan, upaya membangun citra partai melalui kerja-kerja representatif di tengah masyarakat menjadi strategi penting untuk memperkuat legitimasi politik partai.
Pendekatan ini dapat dibaca sebagai bagian dari strategi jangka panjang PSI untuk memperluas pengaruh politiknya di daerah.
Dalam politik elektoral, konsolidasi akar rumput dan konsistensi kinerja sering kali menjadi faktor yang menentukan apakah sebuah partai mampu berkembang dari sekedar partai alternatif menjadi kekuatan politik yang benar-benar kompetitif.
Jika konsolidasi internal berjalan efektif dan jaringan politik di tingkat kabupaten/kota terus diperkuat, bukan tidak mungkin PSI akan tampil sebagai salah satu penantang serius dalam konfigurasi kekuatan politik di Sulawesi Utara menjelang Pilkada 2029.
Tentu saja, perjalanan menuju panggung politik yang lebih besar tidaklah sederhana.
PSI masih harus menghadapi realitas politik lokal yang sarat dengan jaringan kekuasaan lama, patronase politik, serta dominasi partai-partai mapan.
Namun dalam politik demokratis, perubahan sering kali dimulai dari ruang-ruang kecil yang perlahan membangun kepercayaan publik.
Dalam perspektif tersebut, kemunculan PSI sebagai kekuatan yang mengandalkan energi politik generasi muda patut diperhatikan.
Jika mampu mengelola momentum demografis serta menjaga konsistensi kerja politiknya, partai berlambang gajah ini berpotensi menjadi salah satu variabel penting dalam peta persaingan politik Sulawesi Utara pada masa mendatang.









