Tumiwa : Saya Menolak Keras Kedatangan UAS

Blog221 Dilihat

SULUT,_ Berbagai penolakan terhadap rencana kedatangan Ustad Abdul Somad di bumi Nyiur melambai kian santer. Pasalnya Ustad yang di kenal dengan ceramah ceramahnya yang kontroversi ini berencana menginjak kan kakinya di bumi nyiur melambai yang terkenal dengan toleransi tinggi terhadap semua golongan agama.

Menurut Meldy Tumiwa, sejak dulu kala kami warga Sulut tidak pernah mempermasalahkan agama seseorang. Kami selalu menghargai dan menghormati keyakinan orang lain. Bahkan masyarakat sulut dari dulu sudah kawin campur antar pemeluk agama sehingga ada yang dari agama Kristen pindah ke agama Islam, agama Budha jadi Kristen atau jadi Islam, agama Hindu ke Islam atau sebaliknya tanpa masalah dan ini sudah membudaya tanpa ada diskriminasi. Namun setelah mencermati ceramah ceramah dari Ustad yang di anggap radikal ini baik lewat berbagai media sosial maupun media elektronik lain nya saya berkesimpulan UAS harus di tolak kedatangannya di tanah kami ini . Penyebabnya adalah dalam ceramahnya UAS tak jarang meng kafir kafir kan ajaran pemeluk agama lain.

Sebagai putra asli Sulawesi Utara saya khawatir akan terjadi perubahan pola pikir masyarakat dan berpotensi memicu gesekan dan merusak keharmonisan serta keanekaragaman beragama yang sudah terjalin ber abad abad.

Oleh sebab itu, demi menjaga keharmonisan kerukunan beragama di tanah Nyiur melambai ini maka saya dengan tegas menolak secara keras kedatangan Ustad yang memiliki paham radikal ini. Ujar ketua DPP Permesta Satu Visi di Sulut ini dengan tegas dan ber api api. ” Ingat ,…. Kami masyarakat Sulut tidak membenci agamanya tapi kami membenci paham radikal karena bisa mengganggu kedamaian di daerah kami”. Jika perlu saya siap turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap UAS. “Saya tau Negara kita menjamin setiap rakyatnya untuk memeluk agama dan keyakinan setiap orang , namun tidak mengijinkan paham intoleran dan radikal bertumbuh subur di negeri ini.

“Saya tidak rela kedamaian yang kami miliki selama ini di rusak dengan kedatangan UAS yang jelas jelas dalam ceramahnya sering melukai perasaan pemeluk agama lain dan bisa memicu konflik.

“Kami masyarakat Sulut adalah masyarakat yang cinta damai….kami sangat toleran dengan perbedaan keyakinan saudara saudara kami…kami tidak rela jika nanti kedatangan UAS nantinya hanya akan merusak keharmonisan kami yang sudah terjalin selama ini…..pokoknya saya menolak”. Tutupnya dengan tegas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *