Sulut, PELOPORBERITA.ID — Atmosfer sepak bola Bumi Nyiur Melambai mulai bergairah.
Drawing Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Utara 2025/2026 resmi digelar, dan peta persaingan langsung memunculkan dua nama club yang dinilai paling siap naik kelas, yakni Persmin Minahasa dan Persibom Bolaang Mongondow.
Kedua tim ini diprediksi menjadi kandidat terkuat menembus Liga 3 zona daerah, bukan semata karena nama besar, tetapi karena kombinasi kedalaman skuad, disiplin taktikal, serta manajemen tim yang relatif stabil dibanding kompetitor lainnya.
Peta Persaingan. Drawing yang sarat tensi.
Berikut hasil drawing resmi Liga 4 Piala Gubernur Sulut 2025/2026:
Grup A
•Persmin Minahasa
•Sulut FC
•Puma FC
•PS Sulut United
Grup B
•Klabat XIII Jaya Sakti FC
•Persminsel
•Bhayangkara Kawanua FC
•Persibom Bolaang Mongondow
Grup C
•Persma 1960
•PS Kuda Laut Belang
•Bolsel FC
•PS MU Minahasa Utara
Persmin Minahasa berada di Grup A yang secara komposisi cukup kompetitif.
Kehadiran Sulut FC dan PS Sulut United membuat persaingan tidak akan berjalan mudah.
Namun, Persmin memiliki fondasi organisasi yang lebih matang dan konsistensi permainan yang mulai terbentuk sejak musim lalu.
Sementara itu, Persibom Bolaang Mongondow di Grup B juga menghadapi tekanan tersendiri.
Persminsel dan Bhayangkara Kawanua FC dikenal sebagai tim dengan semangat juang tinggi.
Meski demikian, Persibom dinilai unggul dalam kolektivitas dan kedalaman bangku cadangan.
Jika keduanya mampu menjaga stabilitas mental, menghindari konflik non-teknis, serta fokus pada pengembangan taktik modern, peluang lolos ke Liga 3 zona daerah terbuka lebar.
Liga 4 bukan sekedar kompetisi, tetapi ruang pembinaan.
Sulawesi Utara membutuhkan sistem kompetisi yang sehat, transparan, dan profesional untuk melahirkan talenta yang mampu bersaing di level nasional.
Berikuy beberapa catatan penting untuk kemajuan sepak bola Sulut:
1. Profesionalisme manajemen klub. Pengelolaan administrasi, lisensi, dan kontrak pemain harus tertib.
2. Pembinaan usia muda berjenjang akademi dan kompetisi usia dini wajib diperkuat.
3. Fair play dan netralitas perangkat pertandingan. Integritas menjadi harga mati.
Sinergi pemerintah, asosiasi, dan klub, tanpa intervensi yang merusak independensi kompetisi.
Sepak bola Sulawesi Utara memiliki sejarah dan basis suporter yang kuat.
Kini saatnya seluruh elemen, pemain, pelatih, manajemen, hingga suporter menjadikan Liga 4 sebagai panggung pembuktian bahwa Sulut layak kembali diperhitungkan dalam peta sepak bola nasional.
Kompetisi baru saja dimulai. Prediksi boleh mengemuka, tetapi hasil akhir tetap ditentukan di atas lapangan.
Selamat bertanding. Junjung tinggi sportivitas. Harumkan nama Sulawesi Utara di pentas sepak bola Indonesia. IOP







