MANADO, PELOPORBERITA.ID — Geger! Lingkungan akademik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menjadi perhatian setelah sempat beredarnya sebuah poster bernada keras.
Pesannya tak main-main. “PECAT… KETUA SENAT UNSRAT 2K BIANG KEROK KERUSUHAN UNSRAT.”
Poster tersebut sontak memantik perhatian civitas unsrat dan aktivis. Bukan hanya karena seruan “PECAT”, tetapi juga munculnya istilah “2K” yang hingga kini menjadi tanda tanya.
Siapa “2K”? Mengapa Ketua Senat disorot? Dan persoalan apa yang melatarbelakangi munculnya poster di balik tembok kampus tersebut?
Aktivis Jeffrey Sorongan menilai munculnya poster tersebut harus dibaca sebagai sinyal yang tidak boleh disepelekan.
“Kalau sampai ada pihak yang berani memasang atau menyebarkan poster dengan tuntutan seperti itu, tentu ada pertanyaan yang harus dijawab. Siapa ‘2K’ yang dimaksud dan apa dasar tudingannya?” ujar Jeffrey.
Menurutnya, apabila terdapat persoalan serius di lingkungan Unsrat, maka publik kampus berhak memperoleh penjelasan yang terang.
“Jangan hanya melihat posternya, lihat juga pesan di baliknya.
Kalau tudingannya salah, bantah secara terbuka dengan fakta.
Tetapi kalau ada persoalan yang memang perlu dievaluasi, jangan alergi terhadap kritik,” tegasnya.
Jeffrey menilai perguruan tinggi harus menjadi ruang yang terbuka terhadap kritik dan koreksi.
“Universitas adalah rumah akademik, kritik harus dijawab dengan argumentasi, data dan mekanisme kelembagaan, bukan dengan membungkam suara yang mempertanyakan persoalan,” katanya.
Istilah yang muncul dalam poster tersebut telah memantik rasa ingin tahu publik. Namun, tanpa klarifikasi dan bukti yang dapat diverifikasi, identitas maupun tudingan yang diarahkan kepada pihak tertentu belum dapat dipastikan.
Karena itu, tuntutan evaluasi yang muncul melalui poster tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pihak Unsrat untuk memberikan penjelasan secara terbuka.
Sebab ketika sebuah poster sudah berani meneriakkan “PECAT”, publik tentu akan bertanya, apa yang sebenarnya sedang terjadi?
Dan kini, “2K” menjadi teka-teki yang menunggu jawaban.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Universitas Sam Ratulangi terkait isi poster dan istilah ‘2K’. IOP






