MINAHASA TENGGARA, PELOPORBERITA.ID | |Viralnya pemberian Saweran dari Kasat Polairud Polres Mitra kepada pemenang lomba Motor Cros yang di lakukan di Minahasa Tenggara menuai polemik.
Ketua Aktivis Perempuan Sulawesi Utara Yuni Wahyuni angkat bicara.
” Saya sangat peduli dengan kejadian yang viral di Facebook tentang Kasat Polairud, dalam hal ini acara diselenggarakan lomba Motor Cros. Menjadi pertanyaan ketika lomba motor cros ada hadiah berupa uang dan trophy yang akan diberikan kepada pemenang dan viral didunia maya seakan-akan terkesan menyudutkan Kasat Polairud mengatakan Beliau itu sawer, sawer kepada pemenang. Pengertian tentang sawer den memberikan hadiah berupa uang itu sangat berbeda jauh makna dan arti, jadi dalam hal ini Saya katakan haruslah lebih bijak didalam menulis atau memberikan statement kepada seseorang termasuk kepada APH (Aparat Penegak Hukum) dalam kegiatan olahraga,” jelas Aktivis Perempuan yang vokal bicara itu.

Sebelumnya telah heboh yang mengandung dugaan-dugaan bahwa saweran yang diberikan oleh Kasat Polairud Mitra ada hubungannya dengan Kifly Sepang. Tapi secara kasat mata didalam video yang beredar di Medsos, jarak antara Kasat Polairud dengan Kifly Sepang sangat jauh saat lomba Motor Cros tersebut, sehingga saat terlihat didalam video harus zoom untuk mengambil gambar dari Kifly Sepang.
Perlu diketahui, saweran adalah pemberian secara spontan dalam suatu acara untuk memeriahkan atau menghibur sedangkan hadiah pemberian yang sudah terencana yang sudah dibungkus atau berupa kado dalam bentuk penghargaan atas sebuah capaian.
NINA.R






