Palu, PELOPORBERITA – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mempercepat pemerataan akses listrik hingga ke pelosok desa. Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan koordinasi antara General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, dan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, di Kantor Gubernur Sulteng pada Kamis (11/6).
Pertemuan strategis yang memanfaatkan momentum Hari Lahir Pancasila ini berfokus pada evaluasi dan percepatan Program Listrik Desa (Lisdes) guna mengejar target rasio elektrifikasi 100 persen di Sulawesi Tengah pada Desember 2027.
Turut hadir dalam rombongan manajemen PLN UID Suluttenggo, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum, Dandung Hariwibowo, Senior Manager Perencanaan, Wahidin, Manager PLN UP3 Palu, Ansar dan Manager PLN UP2K Sulawesi Tengah, Rahmatan.
Dalam kesempatan tersebut, PLN memaparkan progres Program Lisdes Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2025 yang telah menunjukkan hasil positif. Hingga saat ini, sebanyak 84 lokasi Program Lisdes yang tersebar di berbagai wilayah Provinsi Sulawesi Tengah telah berhasil dilistriki, sementara 10 lokasi lainnya masih dalam tahap penyelesaian pekerjaan dan ditargetkan segera beroperasi untuk melayani masyarakat.
Selain menyampaikan capaian tersebut, PLN bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Lisdes ABT 2025, baik pada lokasi yang telah selesai maupun yang masih dalam proses pembangunan. Evaluasi ini dilakukan guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut juga membahas rencana pelaksanaan Program Lisdes APBN Tahun 2026. Pada Tahap 1, program akan menjangkau 53 lokasi yang tersebar di Provinsi Sulawesi Tengah. Sementara pada Tahap 2, sebanyak 157 lokasi direncanakan mendapatkan akses listrik, termasuk pembangunan 31 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal yang akan menjadi solusi penyediaan listrik di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau jaringan konvensional.
Selain itu, PLN turut menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan Program Lisdes APBN 2026, termasuk kebutuhan dukungan dari pemerintah daerah dan instansi terkait, terutama pada aspek perizinan, aksesibilitas lokasi, serta penanganan lokasi-lokasi yang berada di kawasan hutan lindung maupun kawasan konservasi.
Dalam pertemuan tersebut, PLN dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyepakati pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan guna mencapai target rasio elektrifikasi Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 100 persen pada Desember 2027. Target tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa PLN berkomitmen untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerataan energi bagi seluruh masyarakat.
“Listrik bukan hanya tentang penerangan, tetapi juga menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Melalui dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Program Lisdes dapat berjalan sesuai target. PLN akan terus berupaya menghadirkan akses listrik yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan hingga ke pelosok daerah, termasuk wilayah yang memiliki tantangan geografis maupun administratif,” ungkap Usman.
Usman juga menegaskan bahwa Program Listrik Desa merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menghadirkan energi yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Sejalan dengan semangat Pancasila, PLN berkomitmen memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh akses energi listrik. Program Listrik Desa merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menghadirkan keadilan energi dan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat hingga ke wilayah terpencil dan terluar,” tambah Usman.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen PLN dalam menghadirkan listrik bagi masyarakat hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau layanan kelistrikan.
“Program Listrik Desa merupakan program yang sangat strategis karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Kami mengapresiasi kerja keras PLN yang telah berhasil melistriki puluhan desa dan terus melanjutkan pembangunan pada lokasi lainnya. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah siap memberikan dukungan agar seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik sehingga target rasio elektrifikasi 100 persen pada tahun 2027 dapat tercapai,” ungkap Anwar.
Menurut Anwar, kehadiran listrik di desa-desa tidak hanya memberikan akses penerangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Listrik Desa memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Dengan hadirnya listrik, masyarakat dapat mengembangkan usaha produktif, meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, memperluas akses informasi, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di desa. Karena itu, Program Lisdes bukan sekadar pembangunan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga investasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah di Sulawesi Tengah,” tambahnya.
Melalui sinergi yang kuat antara PLN dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Program Listrik Desa diharapkan dapat terus mempercepat pemerataan akses energi bagi seluruh masyarakat. Masih dalam semangat Hari Lahir Pancasila 2026, kolaborasi ini menjadi wujud nyata pengamalan nilai persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial dalam menghadirkan listrik hingga ke desa-desa terpencil, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Sulawesi Tengah. Red












