Sulut, PELOPORBERITA.ID — Dalam rangka memperingati Hari Jumat Agung dan Paskah 2026, Pengurus Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Jeffrey Sorongan, menyampaikan pesan spiritual sekaligus ajakan kepada seluruh umat Kristiani untuk menghayati makna terdalam dari peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
Jeffrey Sorongan mengucapkan, “Selamat memperingati Hari Jumat Agung 3 April 2026 dan Selamat Paskah 5 April 2026.
Kiranya kasih dan pengorbanan Tuhan Yesus menjadi kekuatan bagi kita semua dalam menjalani kehidupan.”
Lebih dari sekedar perayaan tahunan, Sorongan menegaskan bahwa Jumat Agung dan Paskah merupakan inti dari iman Kristen yang mengandung nilai pengorbanan, penebusan, serta kemenangan atas dosa dan maut. Menurutnya, kematian Yesus di kayu salib adalah simbol kasih yang sempurna, sementara kebangkitan-Nya menjadi bukti kemenangan ilahi yang memberi harapan baru bagi umat manusia.
“Makna kematian Kristus mengajarkan kita tentang pengorbanan tanpa pamrih, sedangkan kebangkitan-Nya menegaskan bahwa tidak ada penderitaan yang sia-sia di dalam Tuhan.
Inilah dasar iman yang harus terus kita hidupi,” ujar Sorongan.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Ibadah Paskah Nasional yang akan digelar pada 8 April 2026 di kawasan Pohon Kasih, Sulawesi Utara.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum besar yang tidak hanya mempererat persatuan umat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam bingkai iman.
“Paskah Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh umat untuk memperbaharui iman, memperkuat persaudaraan, dan meneguhkan komitmen dalam membangun bangsa yang berlandaskan kasih,” tambahnya.
Sorongan juga menekankan pentingnya menjadikan semangat Paskah sebagai inspirasi dalam kehidupan sosial.
Dalam konteks kebangsaan, nilai-nilai Paskah seperti pengorbanan, kasih, dan pengharapan dinilai sangat relevan untuk menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk perpecahan sosial, ketidakadilan, dan krisis moral.
Dengan penuh harap, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, baik gereja, pemerintah, maupun komunitas, untuk bersinergi dalam menyukseskan Paskah Nasional sebagai simbol kebangkitan tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Kiranya momentum Paskah ini menjadi titik balik bagi kita semua untuk hidup dalam kasih, berjalan dalam kebenaran, dan menjadi terang bagi sesama,” tutupnya. Red






