Sulut, PELOPORBERITA.ID — Di tengah suasana khidmat bulan suci Ramadan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengambil langkah percepatan dalam pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, SE., sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kesejahteraan para abdi negara sekaligus menopang stabilitas ekonomi keluarga menjelang hari raya.
Pemprov Sulut telah menyiapkan anggaran sebesar Rp67,2 miliar untuk pencairan THR yang akan diterima oleh 16.949 aparatur, terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga PPPK Paruh Waktu di lingkungan pemerintah provinsi.
Kebijakan percepatan ini tidak hanya dimaknai sebagai bentuk pemenuhan hak pegawai, tetapi juga sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap kondisi sosial-ekonomi keluarga ASN di daerah yang dikenal sebagai Bumi Nyiur Melambai.
Dalam pesannya, Gubernur Yulius Selvanus, SE., menekankan bahwa THR bukan sekedar tambahan penghasilan menjelang hari raya, melainkan amanah yang harus dimanfaatkan secara bijaksana.
“THR ini adalah amanah. Saya berharap dana ini digunakan dengan bijak. Prioritaskan kebutuhan mendasar keluarga dan persiapan hari raya.
Hindari gaya hidup berlebihan atau flexing yang tidak bermanfaat,” ujar Gubernur.
Pesan tersebut mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang menempatkan nilai-nilai moral dan kesederhanaan sebagai bagian penting dalam kehidupan aparatur negara.
Di tengah arus budaya konsumtif yang kerap mengiringi momentum hari raya, pemerintah daerah mengingatkan bahwa esensi kemenangan sejati tidak terletak pada kemewahan, melainkan pada kesederhanaan yang bermartabat dan ketulusan dalam berbagi.
Lebih jauh, Gubernur menilai bahwa pencairan THR juga memiliki dampak psikologis dan sosial yang positif bagi para pegawai dan keluarga mereka.
Dana tersebut diharapkan menjadi “napas segar” yang mampu menghadirkan kebahagiaan di rumah tangga para ASN, sekaligus memperkuat motivasi mereka dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Semoga kebahagiaan ini membawa keceriaan di rumah bapak dan ibu sekalian, sehingga kita semua dapat kembali bekerja dengan semangat yang lebih kuat untuk melayani seluruh masyarakat Sulawesi Utara,” tambahnya.
Momentum menjelang hari raya juga menjadi pengingat bahwa aparatur negara tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memikul tanggung jawab moral sebagai teladan di tengah masyarakat.
Dengan pencairan THR yang tepat waktu serta pesan moral yang disampaikan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap perayaan hari kemenangan dapat disambut dengan penuh rasa syukur, kebersahajaan, dan semangat kebersamaan.
Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang, langkah ini menjadi simbol bahwa kesejahteraan aparatur dan nilai-nilai kemanusiaan tetap berjalan beriringan dalam tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan masyarakat. iOP






