MANADO, PELOPORBERITA.ID | Polresta Manado selalu siap siaga setiap ada aduan/laporan dari Masyarakat Kota Manado, sesuai dengan instruksi dan perintah Kapolri.
Masih dalam suasana Tahun Baru 2026, Resmob Polresta Manado (Kamis/01/01/2026) dari Tim Delta “stand by” dalam melaksanakan tugas negara dalam rangka Antisipasi Giat Malam Tahun Baru.
Sekira Pukul. 05.38 WITA, Polresta Manado menerima aduan via 112 bahwa ada penyerangan sekelompok pemuda di Kelurahan Sumompo Kecamatan Tuminting. Tidak menunggu lama Tim Delta yang sedang bertugas saat itu yang dipimpin oleh Katim Resmob Aiptu Denny Roinwowan dengan berkekuatan 7 (tujuh) Personil langsung bergegas ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) bersama Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto, Kanit Buser, didukung juga dari Unit Pamapta dan Sek Tuminting.
Tiba di TKP, APH (Aparat Penegak Hukum) mengetahui bahwa warga di Perum Bhayangkara diserang oleh kelompok pemuda dari Lingkungan IV Kelurahan Sumompo (Kompleks Jengki).
Tim Resmob Polresta Manado mencek CCTV dari Warga sekitar TKP dan mengambil keterangan dari saksi-saksi terkait kejadian tersebut dan aneh tapi nyata Kepala Lingkungan IV tidak kooperatif alias terkesan menyembunyikan identitas para pelaku disaat APH meminta keterangan.
Publik berpikir, ada apa dengan Kepala Lingkungan IV? Yang seharusnya sebagai Kepala Wilayah yang dipercayakan oleh Pemerintah, seharusnya kepala Lingkungan harus membantu APH memberikan keterangan agar supaya konflik yang terjadi di Lingkungan IV Sumompo Kecamatan Tuminting cepat terselesaikan dan aman kembali.
Tim Resmob lakukan penyisiran di Kompleks Jengki Lingkungan IV dan mendapati seorang pemuda yang ciri-cirinya sama seperti yang ada di rekaman CCTV warga pada saat penyerangan. Saat diinterogasi, pemuda tersebut tidak kooperatif sehingga Katim Resmob Aiptu Denny Roinwowan mengambil langkah untuk membuat pemuda rambut gondrong dan bertato yang viral di Medsos (media sosial) mengaku dan akhirnya pemuda tersebut mengakui bahwa Dia sempat kumpul dan lakukan pesta miras bersama para pelaku penyerangan.
Setelah dilakukan upaya semaksimal mungkin, Kepala Lingkungan IV mau memberikan keterangan akan identitas 2 (dua) pemuda yang terlibat dalam penyerangan dan langsung dijemput serta diamankan di Mako Polresta Manado.
Tidak sampai disitu, di Mako Polresta Manado Tim Resmob menonton kembali video penyerangan dan ternyata pemuda yang viral di Medsos yang sedang mabuk saat diinterogasi, rambut gondrong, bertopi dan bertato tersebut terlibat bersama-sama menyerang warga di Perum Bhayangkara.
Informasi lain yang didapat, salah satu warga yang memviralkan video di Medsos akan dugaan sikap arogan Oknum Resmob Polresta Manado terhadap pemuda gondrong, bertopi dan bertato telah meminta maaf kepada Katim Resmob Polresta Manado Aiptu Denny Roinwowan dan juga informasi yang didapat disisi lain diduga ada kepentingan terselubung oleh Kepala Lingkungan IV dalam pertikaian penyerangan 2 kelompok pemuda. Sehingga disaat meminta keterangan pertama, Kepala Lingkungan IV tidak kooperatif.
Sampai berita dinaikkan, Awak Media belum berhasil meminta keterangan kepada Kepala Lingkungan IV Kelurahan Sumompo Kecamatan Tuminting terkait dugaan kepentingan terselubung tersebut.
NINA.R












