Indonesia Tegaskan Komitmen di Paris Agreement, PLN Jadi Penggerak Utama Dekarbonisasi Nasional

Blog76 Dilihat

Jakarta, PELOPORBERITA.ID — Komitmen Indonesia terhadap pencapaian Net Zero Emissions terus ditegaskan di level global. 

Dalam forum internasional BloombergNEF Forum yang digelar di Jakarta, Senin (6/10), Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada komitmen Paris Agreement sebagai wujud nyata kontribusi dalam menekan emisi karbon dan menahan laju kenaikan suhu global di bawah dua derajat celcius.

“Presiden Prabowo telah menegaskan kembali posisi resmi pemerintah Indonesia, yaitu tetap menjadi bagian dari Paris Agreement. 

Kita berkomitmen mencapai Net Zero Emissions paling lambat pada tahun 2060, namun kita berupaya mempercepat target tersebut agar bisa tercapai lebih awal, antara 2050 hingga 2060,” ucap Hashim.

Pemerintah, lanjutnya, telah merancang dokumen strategis yang menitikberatkan pada peningkatan porsi energi baru terbarukan (EBT) hingga 75% pada tahun 2040.

“Pemerintah menargetkan energi terbarukan mencapai 75% dari rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN),” jelasnya.

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa pihaknya menyiapkan langkah besar untuk mempercepat transisi energi bersih. 

Hingga tahun 2040, PLN akan menambah kapasitas energi sebesar 100 Gigawatt (GW), di mana 75% di antaranya berbasis EBT.

Pengembangan energi ini akan didukung oleh pembangunan transmisi hijau sepanjang 70 ribu kilometer sirkuit (kms) yang menghubungkan sumber energi terbarukan dari wilayah terpencil ke pusat permintaan energi di kawasan perkotaan.

“Kami tengah menyiapkan green-enabling super grid, sistem jaringan hijau nasional yang akan menghubungkan Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi,” ujar Darmawan.

Ia menegaskan, upaya besar ini merupakan wujud komitmen Indonesia dalam memitigasi dampak perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan bagi generasi mendatang.

“Kita akan beralih dari energi impor menuju energi domestik, dari energi mahal menuju energi yang terjangkau. 

Dari situ akan lahir lapangan kerja baru, investasi hijau, dan pengurangan kemiskinan, di saat yang bersamaan kita juga menurunkan emisi karbon.

Inilah keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan yang menjadi arah masa depan Indonesia,” ungkapnya.

Darmawan juga menekankan pentingnya kolaborasi global untuk mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions (NZE).

“Tidak ada satu negara pun yang bisa menghadapi krisis iklim sendirian.

PLN siap bekerja sama dengan semua mitra internasional dalam investasi, transfer knowledge, hingga pengembangan teknologi untuk mempercepat pencapaian Net Zero Emissions,” tegasnya.

Dukungan terhadap upaya Indonesia juga datang dari komunitas energi internasional. 

CEO JERA Asia sekaligus Managing Executive Officer and Head of Platform Business Division, JERA Co., Inc, Izumi Kai, menyatakan komitmen perusahaannya untuk bersinergi dengan Indonesia menuju masa depan rendah karbon.
“Menuju target net zero 2060. 

Kami (siap) bekerja bersama mitra konsorsium serta berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan utama di Indonesia, termasuk PLN,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa implementasi energi rendah karbon memiliki tantangan nyata yang membutuhkan strategi menyeluruh.

“Satu hal yang jelas adalah bahwa Indonesia membutuhkan pendekatan all of the above atau dengan kata lain, semua solusi harus dimanfaatkan secara seimbang,” tutupnya. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *