Jakarta, PELOPORBERITA.ID – Dalam langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih, PT PLN (Persero) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan investasi multibisnis asal Brasil, J&F SA Investimentos.
Kesepakatan ini mencakup studi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Indonesia.
Penandatanganan dilakukan di Jakarta dan disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.
Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia mengoptimalkan potensi besar energi air untuk mencapai target transisi energi nasional.
Sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, kerja sama ini mendukung target penambahan kapasitas PLTA sebesar 11,7 gigawatt sebagai bagian dari program energi terbarukan yang dicanangkan pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan arti strategis kemitraan ini bagi kedua negara.
“Kita berdua (Indonesia dan Brasil) adalah kekuatan ekonomi baru yang tengah meningkat. Kita merupakan dua kekuatan global south.
Karena itu, kerja sama antara Indonesia dan Brasil memiliki arti strategis.
Kita sudah punya defense cooperation agreement dengan Brasil dan ini dalam rangka ratifikasi.
Tadi saya sebut di bidang energi juga kita sepakat, dan kita menandatangani kesepakatan di bidang energi yang cukup signifikan antara PLN dan pihak swasta.” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva juga menyampaikan optimisme terhadap penguatan hubungan bilateral antara kedua negara.
“Saya datang ke sini dengan harapan tinggi untuk memperbarui kemitraan strategis kita, menjalin perjanjian baru, tidak hanya perdagangan bilateral, tetapi juga berinvestasi dalam hal-hal baru seperti kecerdasan buatan, sentralisasi data, memperdalam hubungan ilmiah dan teknologi kita, meningkatkan hubungan antaruniversitas kita, dan yang terpenting, memiliki kebijakan perdagangan yang seimbang antara keduanya.
Kebijakan ini haruslah saling menguntungkan.” ujar Presiden Lula da Silva.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pengembangan energi bersih.
“Kami berterima kasih atas dukungan Pemerintah dalam membuka ruang kolaborasi internasional yang memperkuat langkah PLN menuju energi bersih.
Kerja sama ini tidak hanya mempercepat pengembangan PLTA, tetapi juga mempertegas komitmen kita untuk menyediakan energi yang lebih hijau, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.” kata Darmawan Prasodjo.
Melalui kolaborasi ini, Indonesia dan Brasil diharapkan dapat memperkuat posisi sebagai negara berkembang yang aktif mendorong pembangunan berkelanjutan, inovatif, dan berwawasan lingkungan. Red






