Konten TikTok Petugas Damkar Tuai Kecaman Warganet, Kadis Damkar di Minta Bertanggung jawab

Blog442 Dilihat


MINAHASA SELATAN — Konten video TikTok yang diduga dibuat oleh sejumlah anggota perempuan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Minahasa Selatan menuai sorotan dan kecaman masyarakat. Video tersebut dinilai tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat, terlebih di tengah situasi musim panas yang meningkatkan potensi kebakaran.


Sorotan semakin tajam karena pada saat yang hampir bersamaan terjadi peristiwa kebakaran di wilayah Tombatu. Masyarakat menilai, sebagai petugas yang seharusnya berada di garis depan dalam membantu korban bencana kebakaran, setiap anggota Damkar semestinya menjaga ucapan, sikap, serta etika di ruang publik maupun media sosial.


Dalam video TikTok tersebut, para petugas perempuan Damkar diduga melontarkan kata-kata yang dianggap tidak simpatik dan oleh sebagian masyarakat dipersepsikan sebagai sindiran terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi bencana.


Video itu kemudian memicu reaksi keras warganet. Sejumlah masyarakat bahkan menyampaikan kekecewaan dan mempertanyakan kepantasan oknum petugas tersebut menjalankan tugas pelayanan publik.


“Mereka tidak pantas jadi petugas Damkar. Di saat masyarakat sedang mengalami musibah kebakaran, seharusnya mereka menunjukkan empati, bukan membuat konten yang terkesan menyindir korban,” ujar sejumlah warga yang mengecam video tersebut.


Bahkan, terdapat komentar bernada keras yang menyebut para petugas tersebut lebih pantas berada di dapur. Namun, pernyataan seperti itu juga dinilai tidak perlu menjadi pembenaran untuk melakukan penghinaan terhadap pribadi maupun profesi seseorang.
Kadis Damkar Minsel Nixon Mukuan Diminta Bertindak


Masyarakat juga mempertanyakan fungsi pembinaan internal di lingkungan Dinas Damkar Minsel. Kepala Dinas Damkar, Nixon Mukuan, dinilai perlu memberikan perhatian serius terhadap perilaku anggotanya, terutama terkait penggunaan media sosial yang dapat berdampak langsung terhadap citra institusi.


Kadis Damkar dinilai tidak cukup hanya memberikan pembinaan teknis mengenai pemadaman api. Pembinaan mengenai etika pelayanan publik, komunikasi dengan masyarakat, empati terhadap korban bencana, serta penggunaan media sosial juga harus menjadi bagian penting dalam membentuk karakter setiap personel.


“Ini bukan sekadar soal video TikTok. Ini menyangkut wajah pemerintah dan rasa kemanusiaan terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Kalau benar video itu dibuat oleh anggota Damkar, harus ada evaluasi dan tindakan pembinaan yang tegas,” tegas seorang warga.


Masyarakat berharap pimpinan Damkar tidak bersikap pasif. Jika memang terdapat anggota yang terbukti melakukan tindakan atau ucapan yang tidak sesuai dengan etika kedinasan, maka perlu diberikan pembinaan maupun sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Petugas Damkar Dituntut Profesional dan Berempati


Di tengah ancaman kebakaran yang meningkat pada musim panas, masyarakat justru membutuhkan kehadiran petugas Damkar yang profesional, cepat, humanis, dan memiliki kepedulian terhadap korban.
Seragam Damkar bukan sekadar pakaian dinas. Di balik seragam tersebut melekat tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dan membantu mereka ketika berada dalam kondisi paling sulit.


Karena itu, masyarakat meminta agar kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi Dinas Damkar Minsel.
Jangan sampai konten sesaat di media sosial justru meruntuhkan kepercayaan masyarakat yang dibangun bertahun-tahun. Petugas Damkar harus hadir membawa solusi, bukan menambah luka bagi masyarakat yang sedang berduka.


Publik kini menunggu sikap tegas Kepala Dinas Damkar Minsel, Nixon Mukuan, untuk memastikan persoalan tersebut ditangani secara profesional dan tidak dibiarkan menjadi preseden buruk bagi institusi pelayanan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *